Sabtu, 28 Maret 2009

Rindu akan keselamatan

Tuhan,
batinku diliputi kegelapan.
Derita dan sakit tak tertanggungkan
menyelimuti aku.
Apa yang kubangun bertahun-tahun
hancur berantakan
remuk seperti keremukan akibat gempa bumi.

Aku berdiri goyah tanpa kepastian
di tengah puing-puing kehendakku
dan aku berseru pada-Mu dengan sisa-sisa kekuatanku.

Tuhan,
Kau hampirkan padaku jalan yang penuh penderitaan ini
agar di kedalaman jiwaku
aku dapat mengalami kesembuhan yang sejati.

Tuhan,
Kau pimpin aku keluar
dari paksaan dan tekanan kekuatan di luar diriku
yang asing bagiku
dari ketakutan-ketakutanku yang tak nyata dan semu
dan Kau bimbing aku untuk mengalami
bahwa diriku Kauterima seperti apa adanya aku.

Tanpa ragu-ragu
aku berseru kepada-Mu
dan Kau menyembuhkan aku
melewati jalan dan cara yang bertahun-tahun lamanya
agar aku bisa menjadi diriku sendiri.

Berkat di Pagi Hari

Tuhan, Engkaulah sumber kehidupanku
dalam kepercayaanku pada-Mu
semoga aku boleh memulai hari ini
dengan kelimpahan berkat-Mu.
Juga bila nanti terjadi padaku
hal yang tak menyenangkan hatiku
berkenanlah Eengkau selalu
menunjukkan cinta-Mu yang lebih penuh padaku.

Tuhan, Engkaulah pecinta langkah-langkah kecilku
dari berkat yang Kauturunkan dari tangan-Mu
semoga aku boleh menerima dan mengalami hari ini.
Semoga semua anugerah-Mu itu benar kusadari
juga di mana aku merasa tak aman dan pasti
dan dicekam ketakutan terhadap segala hal
yang akan menimpa aku kemudian.

Tuhan, Engkaulah pembuat sejarah hidupku
semoga aku aku boleh mempercayakan hari ini pada-Mu
hari yang mungkin akan berlalu
dengan segala teka-teki dan pertanyaannya
tapi juga dengan segala kegembiraan dan keceriaannya.

Tuhan, Engkaulah masa depanku
semoga aku boleh menimbang hari ini dengan cara yang baru
dengan pengharapan yang menegangkan tapi menyenangkan
karena hari ini Engkau akan mengirimkan padaku
apa yang kubutuhkan agar aku bertahan dalam hidupku.

Ken Desi

Ken Desi

Angin bulan purnamakala
meniup di sela-sela paha walawala.
Angin belalang dengan sungutnya
menebarkan harum cumbu cumbanarasa
di balik kainnya yang berceplok-ceplok darah.
Sudah tersibak pahanya yang indah
cahaya bersinar dari sela-selanya
cahaya manitra berkilatan dengan bajradhara
menyemburkan sejuta petaka.

Kebo Ijo, kau telah mati kena petakanya
ditusuk pusaka cumbana
ketika langit hijau dengan harum asmaranya.
Kebo Ijo, kau telah menjelma
menjadi secarik busana
hijau daun warnanya
menutupi paha-paha jelita.

Kebo Ijo, sekarang telah menjadi ijo.
Ijo yang membawa petaka bagi para lelaki.
Maka lelaki-lelaki itu pun meneriakinya “ijo”
Seperti dulu ketika Kebo Ijo dicacimaki:
“Kebo Ijo, kaulah yang membunuh raja”

“Ijo”, makin keras lelaki-lelaki itu berteriak
tak sabar lagi mereka
ingin segera menelanjangi dan menikmatinya.

Ya, dia adalah Ken Dedes yang hidup kembali
lihatlah buah dadanya menyimpan purnamakala
pahanya indah serupa kaki wala-wala
dari sela-sela secarik busananya
terpancar hijau yang mempesona.

-Ya, dia adalah Ken Dedes, permasyuri Singasari
-Bukan, Ken Dedes adalah orkes yang mengiringi
aku menyanyi. Aku bukan Ken Dedes. Aku Ken Desi.
-Tidak, kau adalah Ken Dedes. Lihatlah, hanya secarik
busanamu, dan dari sela-sela pahamu bersinar
cahaya hijau seperti cahaya permasyuri Singsasari.

Ijo. Ijo, ijo…..
Lelaki-lelaki itu berteriak
terbenam dalam cumbu cumbana yang nikmat
Malam pun hangat bertetesan keringat
dan bulan indah membulat
berendakan paha Ken Desi yang telanjang bulat.

Kamis, 26 Maret 2009

Tony Melendez

Kisah Tony Melendez

Tony Melendez tidak bisa bertepuk tangan atau menyalami tanganmu tetapi ia dapat memetik gitar. Meskipun Tony dilahirkan tanpa tangan, ia tumbuh berkembang menjadi seorang gitaris yang handal. Ia telah menerima Inspirational Hero Award dari NFL Alumni Association at Super Bowl XXIII di Miami.

Tony Melendez telah dilahirkan tanpa tangan, tetapi keterbatasan ini tidak mampu menghentikannya untuk menari, berbicara, bermain gitar maupun menikmati hidupnya secara penuh.

Tony dilahirkan tanpa tangan pada tahun 1962 sebagai akibat ibunya yang meminum pil anti mual (Thalidmide). Maka ia dikenal sebagai “a thalidomide baby”. Ia dibawa ke Los Angeles dari Nicaragua untuk mendapatkan tangan palsu. Ia menggunakan tangan buatan sampai usia 10 tahun ketika ia menyimpannya.”Aku merasa tidak enak,” dia menerangkan,”Aku dapat lebih banyak menggunakan kakiku.”Kecendurangannya untuk menggunakan kakinya meluas ke bidang-bidang lain dari sekedar perhatian sehari-hari. Ia ingat,” pertama kali, aku mulai bermain menekan tuts tuts organ. Kemudian di SMA saya mulai bermain-main dengan gitar dan harmonika.” Ia juga mulai menulis lagu-lagunya sendiri. Apakah sekedar bermain-main dengan gitarnya atau mengikuti rutinitas SMA, Tony tidak pernah membiarkan cacatnya menjadi halangan.”Saya merasa nyaman dengan apa yang kukerjakan.”

Ketika di SMA inilah ia terlibat penuh di Gereja Katolik.” Saya ke Gereja ketika saya masih anak-anak karena orang tua saya yang mengajaknya.Kegiatan ini mulai kutinggalkan ketika aku beranjak dewasa. Ketika di SMA, saudaraku selalu berkata,: ayo, kamu harus juga pergi ke Gereja. Bagus”. Saya kembali berangkat ke Gereja dan mempunyai teman yang banyak, dan perubahan hidup.

Pada saat itu, ia mempertimbangkan untuk menjadi imam tetapi tidak bisa karena imam-imam membutuhkan jari-jari yang lengkap. Kabar ini membuatnya kecewa tetapi ia tetap aktif dalam kegiatan gereja, menggunakan talentanya sebagai seorang gitaris dan pengarang lagu untuk misa dan gereja yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan. Permintaan kepadanya semakin meningkat ketika ia bergabung memimpin dan bernyanyi dalam kelompok musik untuk lima kali misa pada suatu hari Minggu. Ia menarik perhatian publik termasuk seseorang yang mengorganisasi aktifitas untuk kunjungan fenomental Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1987.

“Seseorang menarik namaku dan mengundangku untuk suatu pertemuan,” Tony mengenangnya,” Saya tidak ingat pasti kapan itu terjadi” Tony dipanggil dalam audisi dan diterima,”saya sangat senang sekali mendengar kabar tersebut.”

Kegembiraan ini berubah menjadi kecemasan dan menjadi kegembiraan ketika Paus menanggapi permainan Tony dengan sebuah ciuman. Dia memberi catatan bahwa ia tidak tahu pasti bagaimana reaksinya saat itu,” Dia meminta saya untuk tidak bergerak atau sekurity akan memanduku, aku terkejut ketika paus melompat empat kaki untuk menyalamiku.”. Sejak itulah, Tony Melendez melanglang buana ke 27 negara dan tampil di berbagai acara televisi. Ia juga memberi penampilan tambahan kepada Paus selama 4 kali yaitu 2 kali di Vatikan, sekali di Polandia dan 1993 di Denver Colorado dalam acara World Youth Day.

Hari ini, Tony dikenal di seluruh dunia karena kepiwaiannya bermain gitar menggunakan jari-jari kakinya. Pada tahun 1985, Tony mulai bermain dan bernyanyi di daerah Los Angeles. Hanya dua tahun kemudian (1987), hidupnya berubah total ketika ia tampil untuk Paus dan dihadapan 6000 pendengar secara langsung dan jutaan penonton televisi. Tony kemudian mendadak menjadi perhatian publik.

Tetapi sebelum Tony menjadi terkenal karena kepiwaiannya dalam memetik gitar dengan jari-jari kakinya, ia mengalami kesulitan untuk diatasinya khususnya tahun-tahun yang dilalui di sekolah tinggi.

Tony pernah berkata,” Gadis-gadis akan memperhatikanku sebagai proyek simpatinya, setelah itu mereka tidak menampakkan batang hidungnya lagi. Aku tidak mencelanya. Jujur siapa yang mau menjadi pacar yang tidak mempunyai tangan? Sungguh tidak mudah melewati masa remajaku

Saya pergi ke suatu acara dansa tanpa janjian. Sebagaimana kupikirkan sebelumnya, aku hanya menyandarkan tubuhku sendirian di dinding aula. Saya ingat sekali rasanya tidak enak sekali, apakah aku akan mengajak seseorang untuk berdansa atau sambil berharap cemas munculnya seseorang yang mengajakku berdansa.

Tiba-tiba, seorang gadis dari kelas Inggrisku, berjalan ke arahku, memandangku dengan tidak sabar dan berkata,”Mari”. Jelaslah dia mengajakku untuk berdansa dengannya. Memang pendekatannya kurang romantis, tetapi beberapa detik kemudian kami penuh gairah di lantai dansa.

Aku tak pernah berpikir bahwa gadis itu akan tahu bagaimana pentingnya dia bagiku malam itu. Dalam waktu-waktu tertentu dalam hidupku, orang seperti gadis itu datang menyapa atau mengerjakan sesuatu secara tepat dimana aku sedang membutuhkan. Orang-orang yang peka seperti itulah adalah orang-orang pemberi harapan. Mereka sangat jarang, karena mereka dapat melupakan masalahnya sendiri cukup lama untuk membantu sesama yang membutuhkan.”

Anda sekalian juga dapat menjadi pemberi harapan! Anda bisa mulai sekarang dengan membuka tangan dan membantu mereka yang membutuhkan. You can make difference.

doa

Doa St. Rafael

St.Rafael Malaikat Agung, pelindung perjalanan, dampingilah kami dalam peziarahan di dunia ini. Tuntunlah dan bimbinglah kami agar selalu berada di jalan keselamatan. Dengan kuasa Allah, lindungilah dan bebaskanlah kami dari cobaan dan jerat iblis. Karena engkau adalah Penyembuh Allah, dengan rendah hati kami mohon, sembuhkanlah kami dari segala penyakit tubuh dan jiwa yang kami derita. Semoga bersama engkau dan para malaikat kudus, kami dapat memuji dan memuliakan Allah untuk selama-lamanya. (Amin)

Finding God in All Things

Menemukan Tuhan dalam Segala:
kontemplasi Kristiani dan Latihan Rohani
Josef Sudbrack

Catatan awal:
· Tulisan Josef Sudbrack dalam jurnal The Way yang berjudul:”Finding God in All Things: Christian Contemplation and the Ignatian Exercise” merupakan tanggapan atas tulisan Franz Jalics.
· Gagasan Franz Jalics kalau mau dirangkum berbicara soal kontemplasi yang sesungguhnya. Kontemplasi murni ( pure contemplation ) istilahnya.
· Kontemplasi yang dimaksud adalah ‘memandang’ bagaimana Tuhan hadir dalam kenyataan hidup retretan dan dunia. Fase ini secara krusial diawali pada minggu ke-4 ketika para retretan diajak berdoa Kontemplasi untuk Mendapatkan Cinta. Pada fase ini segala kemampuan mental manusia dilepaskan seperti dalam doa “ Take Lord and Receive…”
· Josef Sudbrack melihat paparan Franz Jalics sebagai upaya menghubungkan pedagogi Ignasian dengan habitus praktek kontemplasi.

Beberapa pokok gagasan
1.} Kontemplasi
· Pokok permasalahan adalah bagaimana hubungan antara Tuhan dan manusia terjalin.
· Kontemplasi dalam LR ‘ memandang ‘ secara intuitif pada satu gambaran. Dalam LR, titik transisinya ada pada akhir minggu IV. Beberapa pokok dalam minggu ke-IV tidak bisa dianggap sebagai tambahan ( CAL, tiga cara berdoa ). Kontemplasi dalam LR membantu retretan untuk mengetahui Tuhan lewat pengalaman. Ada interpenetrasi antara tindakan Tuhan dan tindakan manusia dalam setiap pengalaman. Kontemplasi dalam LR bertujuan untuk menemukan Tuhan dalam segala termasuk dalam setiap kemampuan ( faculty ) manusia. Keterlibatan retretan dibutuhkan. Doa ‘Take Lord and Receive’ tidak mengajak retretan berdiam diri dengan menyerahkan segala kemampuan tapi secara aktif mensettingnya bagi karya Tuhan.
· Kaitan beberapa tradisi:
1.} Tradisi Kristiani
· Beberapa cara berdoa Ignatius dipengaruhi oleh doa-doa dalam tradisi kristiani seperti Doa Yesus dalam gereja Timur. Dalam doa itu, figur Yesus menjadi pusat doa.
· Bentuk kontemplasi dalam tradisi Kristen dikembangkan beberapa tokoh: 1.] Jan van Ruusbroec ( 1293-1381 ). Dia menekankan pentingnya seseorang sampai pada kesejatian diri dalam Tuhan. Gagasan ini dekat dengan istilah Ignatian bahwa cinta lebih ditandai oleh tindakan. 2.] Thomas Merton ( 1915-1968 ) yang juga menekankan ‘inner self’- diri sejati. Ia memamparkan paradoks kesatuan dengan Tuhan dan kesatuan dengan diri sendiri. Disini muncul kesadaran kesatuan dan keterpisahan yang menjadi landasan ‘ menemukan Tuhan dalam segala ‘ 3.] Para Rahib yang menafsirkan ajaran biblis untuk selalu berdoa. Point penting tradisi ini adalah merengkuh Tuhan dalam hidup harian tanpa selalu terarah langsung pada Nya.
2.} Tradisi non-Kristiani
· Gagasan kontemplasi juga muncul dalam tradisi agama lain: Vipassana ( Zen Budisme ). Pusat aktivitasnya adalah pengosongan kesadaran. Ini dalam ditumpuh dengan cara manipulasi. Maka, penting untuk mengkaitkannya dengan dasar religius seseorang. Cara yang benar akan membantu seseorang untuk mengenal Tuhan secara lebih dalam.

2.} Menemukan Tuhan dalam segala
· Perlu pembedaan kontemplasi dan hidup kontemplatif.
· Pokok perhatian apakah LR tertuju pada gagasan Ignatius mengenai “ menemukan Tuhan dalam segala”.
· Gagasan mendasar: Tuhan tidak semata tujuan yang jauh; Tuhan hadir persis dalam proses pembuatan keputusan. Sebaliknya, kontemplasi tidak membuat segalanya selain Tuhan hilang atau objek menjadi lenyap.
· Apa yang dipertaruhkan disini adalah bagaimana Tuhan dapat diketahui tanpa pikiran kita secara terang-terangan terarah pada Nya.
· Kontemplasi memainkan peran pentingnya atau memberi bobot penting pada seluruh proses. Kontemplasi tidak semata sebagai sebuah metode berdoa dan meditasi. Metode doa Ignatius menghadirkan Kristus yang hidup dalam sejarah. Bagi Ignatius, figur Yesus historis, ilahi dan manusiawi, cukup kuat untuk membawa perubahan bagi seseorang yang memeditasikannya saat ini dan disini. Itu akan membawa mereka pada pengalaman ‘ Spirit of Jesus ’ ( semangat Yesus ). Setiap orang yang melalui tahapan ini, dan membuat pilihan bagi Yesus, telah dibentuk oleh dialog dengan Tuhan, dan inilah ‘kenyataan kontemplasi yang hidup’. Ini adalah pesan empat point dalam Kontemplasi mendapat Cinta. ( CAL ).

Finding God in All Things

Menemukan Tuhan dalam Segala:
kontemplasi Kristiani dan Latihan Rohani
Josef Sudbrack

Catatan awal:
· Tulisan Josef Sudbrack dalam jurnal The Way yang berjudul:”Finding God in All Things: Christian Contemplation and the Ignatian Exercise” merupakan tanggapan atas tulisan Franz Jalics.
· Gagasan Franz Jalics kalau mau dirangkum berbicara soal kontemplasi yang sesungguhnya. Kontemplasi murni ( pure contemplation ) istilahnya.
· Kontemplasi yang dimaksud adalah ‘memandang’ bagaimana Tuhan hadir dalam kenyataan hidup retretan dan dunia. Fase ini secara krusial diawali pada minggu ke-4 ketika para retretan diajak berdoa Kontemplasi untuk Mendapatkan Cinta. Pada fase ini segala kemampuan mental manusia dilepaskan seperti dalam doa “ Take Lord and Receive…”
· Josef Sudbrack melihat paparan Franz Jalics sebagai upaya menghubungkan pedagogi Ignasian dengan habitus praktek kontemplasi.

Beberapa pokok gagasan
1.} Kontemplasi
· Pokok permasalahan adalah bagaimana hubungan antara Tuhan dan manusia terjalin.
· Kontemplasi dalam LR ‘ memandang ‘ secara intuitif pada satu gambaran. Dalam LR, titik transisinya ada pada akhir minggu IV. Beberapa pokok dalam minggu ke-IV tidak bisa dianggap sebagai tambahan ( CAL, tiga cara berdoa ). Kontemplasi dalam LR membantu retretan untuk mengetahui Tuhan lewat pengalaman. Ada interpenetrasi antara tindakan Tuhan dan tindakan manusia dalam setiap pengalaman. Kontemplasi dalam LR bertujuan untuk menemukan Tuhan dalam segala termasuk dalam setiap kemampuan ( faculty ) manusia. Keterlibatan retretan dibutuhkan. Doa ‘Take Lord and Receive’ tidak mengajak retretan berdiam diri dengan menyerahkan segala kemampuan tapi secara aktif mensettingnya bagi karya Tuhan.
· Kaitan beberapa tradisi:
1.} Tradisi Kristiani
· Beberapa cara berdoa Ignatius dipengaruhi oleh doa-doa dalam tradisi kristiani seperti Doa Yesus dalam gereja Timur. Dalam doa itu, figur Yesus menjadi pusat doa.
· Bentuk kontemplasi dalam tradisi Kristen dikembangkan beberapa tokoh: 1.] Jan van Ruusbroec ( 1293-1381 ). Dia menekankan pentingnya seseorang sampai pada kesejatian diri dalam Tuhan. Gagasan ini dekat dengan istilah Ignatian bahwa cinta lebih ditandai oleh tindakan. 2.] Thomas Merton ( 1915-1968 ) yang juga menekankan ‘inner self’- diri sejati. Ia memamparkan paradoks kesatuan dengan Tuhan dan kesatuan dengan diri sendiri. Disini muncul kesadaran kesatuan dan keterpisahan yang menjadi landasan ‘ menemukan Tuhan dalam segala ‘ 3.] Para Rahib yang menafsirkan ajaran biblis untuk selalu berdoa. Point penting tradisi ini adalah merengkuh Tuhan dalam hidup harian tanpa selalu terarah langsung pada Nya.
2.} Tradisi non-Kristiani
· Gagasan kontemplasi juga muncul dalam tradisi agama lain: Vipassana ( Zen Budisme ). Pusat aktivitasnya adalah pengosongan kesadaran. Ini dalam ditumpuh dengan cara manipulasi. Maka, penting untuk mengkaitkannya dengan dasar religius seseorang. Cara yang benar akan membantu seseorang untuk mengenal Tuhan secara lebih dalam.

2.} Menemukan Tuhan dalam segala
· Perlu pembedaan kontemplasi dan hidup kontemplatif.
· Pokok perhatian apakah LR tertuju pada gagasan Ignatius mengenai “ menemukan Tuhan dalam segala”.
· Gagasan mendasar: Tuhan tidak semata tujuan yang jauh; Tuhan hadir persis dalam proses pembuatan keputusan. Sebaliknya, kontemplasi tidak membuat segalanya selain Tuhan hilang atau objek menjadi lenyap.
· Apa yang dipertaruhkan disini adalah bagaimana Tuhan dapat diketahui tanpa pikiran kita secara terang-terangan terarah pada Nya.
· Kontemplasi memainkan peran pentingnya atau memberi bobot penting pada seluruh proses. Kontemplasi tidak semata sebagai sebuah metode berdoa dan meditasi. Metode doa Ignatius menghadirkan Kristus yang hidup dalam sejarah. Bagi Ignatius, figur Yesus historis, ilahi dan manusiawi, cukup kuat untuk membawa perubahan bagi seseorang yang memeditasikannya saat ini dan disini. Itu akan membawa mereka pada pengalaman ‘ Spirit of Jesus ’ ( semangat Yesus ). Setiap orang yang melalui tahapan ini, dan membuat pilihan bagi Yesus, telah dibentuk oleh dialog dengan Tuhan, dan inilah ‘kenyataan kontemplasi yang hidup’. Ini adalah pesan empat point dalam Kontemplasi mendapat Cinta. ( CAL ).